BENCANA GEMPA DAN TSUNAMI PALU-DONGGALA - Masih segar dalam ingatan kita bahkan belum pulih "luka" saudara-saudara kita yang mengalami bencana gempa di Lombok-Nusa Tenggara Barat, pada hari Juma'at, 28 September 2018 terjadi lagi musibah bencana alam berupa gempa bumi yang diikuti tsunami, yang melanda sebagian wilayah Sulawesi Tengah. Gempa ini berpusat di sebelah utara kota Donggala, namun juga dirasakan sampai di Mamuju-Sulawesi Barat.
Informasi akurat mengenai bencana pada mulanya masih simpang siur, hal ini diakibatkan hancur atau rusaknya prasarana komunikasi dan akses ke wilayah terdampak gempa, akibat lanjutannya sampai lebih dari 24 jam sejak gempa komunikasi pribadi antara warga terdampak dengan pihak keluarga di luar wilayah bencana, tidak dapat dilakukan.
Pada akhirnya 2 lembaga pemerintah yang paling berkepentingan dengan kejadian ini yaitu Badan Meteorologi, Klimatisasi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat memberikan informasi ke masyarakat luas seputar kejadian Gempa Dan Tsunami Palu.
Informasi akurat mengenai bencana pada mulanya masih simpang siur, hal ini diakibatkan hancur atau rusaknya prasarana komunikasi dan akses ke wilayah terdampak gempa, akibat lanjutannya sampai lebih dari 24 jam sejak gempa komunikasi pribadi antara warga terdampak dengan pihak keluarga di luar wilayah bencana, tidak dapat dilakukan.
Pada akhirnya 2 lembaga pemerintah yang paling berkepentingan dengan kejadian ini yaitu Badan Meteorologi, Klimatisasi dan Geofisika (BMKG) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dapat memberikan informasi ke masyarakat luas seputar kejadian Gempa Dan Tsunami Palu.
Menurut informasi yang didapat dari BMKG, gempa bumi tektonik terjadi di Kabupaten Donggala, Sulawesi
Tengah, pada Jumat, 28 September 2018, pukul 17.02.44 WIB dengan M 7,7. Lokasi
0,18 LS dan 119,85 BT dan jarak 26 km dari utara Donggala Sulawesi Tengah,
dengan kedalaman 10 km.
![]() |
| Peta Lokasi Gempa (dikutip dari BBC News Indonesia) |
Peringatan
dini tsunami segera aktif saat gempa di Palu terjadi, "namun sesudah
setengah jam situasi kondusif, sehingga peringatan tsunami diakhiri," dikutip dari pernyataan Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana
(BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.
Informasi dari BNPB tentang jumlah korban meninggal dunia akibat gempa dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah sampai dengan sa'at artikel ini dibuat mencapai 832 jiwa. Korban meninggal dunia terbanyak di Palu yakni 821 orang, sementara di Donggala 11 jiwa. Disamping korban jiwa, juga tercatat korban luka yang berjumlah ratusan orang dan yang masih dinyatakan hilang berjumlah puluhan orang.
![]() |
| Kondisi pasca tsunami |
Kondisi mencekam saat datangnya gelombang tsunami tergambar jelas dari rekaman langsung dari kamera salah seorang warga yang mengalami kejadian tersebut, simak dalam video dibawah ini ;
Meskipun ada pejabat yang menegaskan bahwa bencana ini tidak termasuk bencana nasional dengan salah satu alasan bahwa elemen pemerintahan masih berjalan dan berfungsi, namun bagi admin yang cenderung berpendapat sebaliknya semata-mata karena berharap munculnya rasa solidaritas yang kuat kepada saudara-saudara sebangsa kita yang sedang dilanda musibah.
Akhirnya, admin mengajak pembaca sekalian untuk melakukan perenungan kembali dan instrospeksi diri untuk dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari kejadian Gempa Bumi Dan Tsunami Palu ini.
Akhirnya, admin mengajak pembaca sekalian untuk melakukan perenungan kembali dan instrospeksi diri untuk dapat mengambil pelajaran dan hikmah dari kejadian Gempa Bumi Dan Tsunami Palu ini.



Semoga korban tidak bertambah banyak dan bagi yang keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan oleh Allah, AAMIIN
ReplyDeleteKasihan... Smg klg yg d tinggalkan d beri kesabaran dan ketabahan
ReplyDeletePray for Palu.....
ReplyDelete